Utilitas: Fitur, Pembuatan dan Konsep Utilitas

Menurut Prof. Hibden: "Utilitas adalah kemampuan yang baik untuk memuaskan keinginan." Menurut Nicholson: "Utilitas mungkin kualitas yang membuat sesuatu diinginkan."

Dengan demikian, dalam ekonomi, utilitas adalah kapasitas komoditas atau layanan untuk memenuhi keinginan manusia. Karenanya dalam pengertian sederhana, itu adalah kapasitas yang diinginkan dari suatu komoditas atau jasa.

Fitur Utilitas :

(i) Utilitas adalah Subyektif:

Kegunaan suatu komoditas selalu subyektif karena tergantung pada konsumen dan juga komoditas. Ini adalah kepuasan psikologis sebagai perasaan konsumen. Oleh karena itu, internal bukan eksternal.

(ii) Utilitas Relatif dan Variabel:

Utilitas sangat relatif dan variabel. Ini bervariasi dari orang ke orang dan dari waktu ke waktu atau tempat ke tempat untuk orang yang sama. Sekali lagi, komoditas yang sama dapat memberikan kegunaan yang berbeda bagi orang yang berbeda. Karena, kegunaan seseorang berasal dari barang atau jasa tidak hanya tergantung pada sikap psikologisnya tetapi juga pada intensitas keinginannya.

(iii) Utilitas Tidak Terukur:

Meskipun Prof. Marshall mengklaim bahwa utilitas dapat diukur secara koordinat dalam hal uang atau harga dalam Teori Analisis Utilitas Marjinalnya. Namun, menurut Hicks, Allen dan Slutsky, utilitas tidak dapat diukur dari segi jumlah. Itu hanya dapat diurutkan atau diurutkan berdasarkan pola preferensi.

(iv) Utilitas adalah Abstrak:

Itu abstrak dalam arti karena tidak dapat dilihat atau disentuh atau dirasakan. Misalnya, mengajar seorang guru, nasihat seorang pengacara tidak dapat dilihat atau disentuh. Karenanya, utilitas bersifat abstrak.

(v) Utilitas, Kegunaan dan Moralitas:

Utilitas sama sekali berbeda dari kegunaan dan moralitas. Ini berarti barang memiliki kegunaan bahkan ketika itu mungkin tidak berguna atau tidak memiliki kepentingan moral dan etika. Misalnya, kita tahu bahwa merokok atau anggur berbahaya. Namun, pada saat yang sama mereka sangat berguna bagi seseorang yang pemabuk atau perokok karena barang berbahaya ini memiliki kegunaan untuk orang tersebut.

(vi) Utilitas dan Kesenangan:

Tidak perlu bahwa komoditas yang memiliki utilitas juga memberi kesenangan kapan pun dikonsumsi. Suntikan memiliki utilitas untuk seorang individu. Namun, itu membuatnya sakit fisik. Karenanya, kegunaan dan kesenangan tidak berhubungan.

Pembuatan Utilitas :

(i) Utilitas Waktu:

Kegunaan suatu komoditas berubah dari waktu ke waktu. Misalnya 'payung memiliki utilitas yang sangat besar di musim hujan, tetapi tidak memiliki utilitas atau utilitas yang relatif kurang selama musim dingin.

(ii) Formulir Utilitas:

Kegunaan suatu komoditas berubah dengan perubahan bentuk, ukuran, dan formasi. Sebagai contoh, sepotong kayu memiliki utilitas yang sangat sedikit untuk seorang individu, tetapi utilitasnya meningkat ketika diubah menjadi furnitur yang terlihat bagus.

(iii) Utilitas Tempat:

Ini ditambahkan ke komoditas dengan mengangkutnya dari tempat di mana banyak ke tempat di mana barang langka. Misalnya, utilitas batubara meningkat ketika diangkut dari tambang batubara ke pasar terbuka. Pedagang dan pedagang membuat utilitas tempat.

(iv) Utilitas Kepemilikan:

Ketika perubahan kepemilikan komoditas meningkatkan utilitas, maka itu dikenal sebagai utilitas kepemilikan. Kegunaan kotak korek api tidak begitu tinggi bagi produsen seperti halnya untuk rumah tangga dan perokok,

(v) Utilitas Iklan:

Kegunaan suatu komoditas juga meningkat melalui iklan berkelanjutan dari komoditas itu. Misalnya, utilitas minuman kesehatan tertentu akan meningkat yaitu, konsumen akan meningkatkan konsumsi komoditas itu ketika iklan meningkat. Konsumen akan mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang produk dan karenanya utilitas meningkat.

Lebih Banyak Konsep tentang Utilitas :

(a) Total Utilitas (TU) :

Ini mengacu pada kepuasan psikologis total yang diperoleh konsumen dengan mengonsumsi komoditas tertentu dari beberapa unit. Dalam istilah matematika, utilitas total adalah fungsi langsung dari jumlah unit suatu komoditas. Itu dapat ditulis sebagai,

(B) Utilitas Marjinal (MU) :

Ini berarti perubahan total utilitas karena satu tambahan atau satu unit tambahan komoditas yang dikonsumsi. Hal ini dapat dijelaskan dengan bantuan contoh berikut, dengan mengonsumsi satu potong roti, konsumen mendapat 10 unit utilitas dan dengan mengonsumsi sepotong roti kedua peningkatan utilitas menjadi 18 unit. Karenanya utilitas marginal dari irisan roti kedua adalah 18-10 = 8 unit.

Dengan demikian, utilitas marjinal dapat dinyatakan sebagai:

Utilitas Marjinal dari tiga jenis :

(i) Ketika TU meningkat dengan peningkatan satu unit konsumsi tambahan, maka MU> 0

(ii) Ketika TU tetap sama dengan peningkatan satu unit konsumsi tambahan, maka MU = 0

(iii) Ketika TU berkurang dengan peningkatan satu unit konsumsi tambahan, maka MU <0.

 

Tinggalkan Komentar Anda