Harga Pasar dan Harga Normal (Perbandingan)

Analisis komparatif dari harga pasar dan harga normal dapat dilakukan dengan alasan berikut:

1. Periode Waktu:

Harga pasar untuk waktu tertentu tetapi harga normal untuk jangka waktu tertentu. Harga pasar adalah harga yang berlaku pada hari tertentu atau waktu tertentu. Ini adalah hasil dari permintaan dan penawaran pasar.

Harga normal, di sisi lain, adalah hasil dari permintaan periode panjang dan penawaran periode panjang.

Harga beras mungkin diperkirakan sekitar Rs. 100 per kuintal dalam satu atau dua tahun mendatang. Tetapi pada hari tertentu atau selama periode yang sangat singkat, harga mungkin lebih atau kurang dari harga normal Rs. 100.

2. Pengaruh Permintaan dan Penawaran:

Harga pasar lebih dipengaruhi oleh permintaan tetapi harga normal lebih dipengaruhi oleh penawaran. Meskipun harga pasar adalah hasil dari permintaan dan penawaran, permintaan adalah kekuatan yang lebih penting. Semakin tinggi permintaan, semakin tinggi pula harganya.

Tetapi harga normal adalah hasil dari permintaan normal jangka panjang dan penawaran normal. Baik permintaan dan penawaran akan memiliki pengaruh tetapi pengaruh pasokan yaitu, biaya produksi akan lebih penting. Selama periode yang panjang, suatu komoditas tidak akan diproduksi kecuali biaya produksi ditanggung.

3. Pengaruh Kekuatan Sementara dan Permanen:

Harga pasar ditentukan oleh keseimbangan sementara antara kekuatan permintaan dan penawaran pada suatu waktu, harga normal adalah hasil dari keseimbangan jangka panjang antara permintaan dan penawaran ketika kondisi pasokan telah sepenuhnya menyesuaikan diri dengan kondisi permintaan yang diberikan.

Misalnya, permintaan akan manisan dapat naik selama Diwali atau festival lainnya, permintaan es akan tergantung pada kondisi cuaca sedangkan harga normal akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti selera, mode dan populasi dll.

4. Harga Tidak Stabil dan Stabil:

Harga pasar dapat berubah terus menerus tetapi harga normal lebih stabil. Harga pasar akan terus berfluktuasi di sekitar harga normal sampai akhirnya tercapai keseimbangan permanen. Sama seperti pendulum jam berjalan berosilasi di sekitar titik istirahat dan akhirnya macet, demikian pula harga pasar berosilasi di sekitar harga normal.

Dalam periode singkat, setiap saat, pasar berada dalam ekuilibrium, tetapi ekuilibrium ini adalah hasil dari bagian sementara antara permintaan dan penawaran. Jika kondisi persaingan sempurna menang, harga pasar dalam jangka panjang akan mencapai harga normal.

Dengan demikian, harga pasar tidak dapat menyimpang dari harga normal dalam waktu lama; itu hanya berfluktuasi tepat di atas dan di bawah harga normal dan segera kembali ke sana. Itu seperti ombak di laut. Terkadang ombak naik atau turun tetapi cobalah untuk kembali ke posisi normal. Situasi normal tidak ada. Fakta ini dijelaskan dalam diagram 12.

5. Harga Nyata dan Imajiner:

Harga pasar adalah harga riil, sedangkan harga normal adalah harga hipotetis. Tidak diragukan lagi, harga normal adalah harga ideal, tetapi tidak pernah berlaku di pasar. Bahkan jika kita menerima begitu saja bahwa itu memang ada dalam jangka panjang, itu akan berubah menjadi harga pasar ketika kita benar-benar pergi ke pasar pada hari itu untuk menanyakan harga komoditas tertentu. Harga normal, oleh karena itu, murni konsep teoretis.

6. Pengaruh Biaya Produksi:

Harga pasar dapat lebih atau kurang dari biaya produksi marjinal tetapi harga normal tidak boleh lebih atau kurang dari biaya produksi marjinal. Itu sama dengan biaya produksi marjinal. Jika lebih atau kurang dari biaya produksi marjinal, beberapa produsen akan masuk atau meninggalkan industri.

7. Harga Jangka Pendek dan Jangka Panjang:

Harga pasar juga disebut harga jangka pendek karena berlaku dalam jangka pendek. Sedangkan harga normal disebut harga jangka panjang karena berlaku dalam jangka panjang.

 

Tinggalkan Komentar Anda