Metode untuk Penentuan Inflasi

Baca artikel ini untuk mempelajari tentang berbagai Metode untuk Penentuan Inflasi!

Inflasi dapat diukur dengan dua metode, yaitu dengan menentukan perubahan Angka Indeks Harga (PIN) dan dengan membandingkan perubahan deflator Produk Nasional Bruto (GNP).

Mari kita bahas kedua metode ini di bawah ini.

Melalui PIN :

Inflasi diukur dengan menghitung perubahan yang terjadi pada PIN selama beberapa waktu. Tingkat inflasi dapat dihitung dengan mengambil tingkat persentase perubahan dalam indeks harga untuk periode waktu tertentu.

Rumus yang digunakan untuk menghitung inflasi melalui PIN adalah sebagai berikut:

Tingkat Inflasi = PIN t -PIN t-1 / PIN t-1 * 100

Di mana, PIN t = Nomor Indeks Harga untuk tahun t

PIN t-1 = Nomor Indeks Harga untuk tahun sebelumnya (t-1)

Indeks harga yang paling umum digunakan untuk menghitung inflasi melalui PIN adalah sebagai berikut:

(a) Indeks Harga Konsumen (CPI):

Mengacu pada indeks harga yang mengukur perubahan yang terjadi pada harga barang dan jasa konsumen yang dibeli oleh rumah tangga selama periode waktu tertentu. Biro Statistik Tenaga Kerja, AS, telah mendefinisikan CPI sebagai "ukuran rata-rata perubahan dari waktu ke waktu dalam harga yang dibayar oleh konsumen perkotaan untuk sekeranjang pasar barang dan jasa konsumen."

(B) Indeks Harga Grosir (WPI):

Mengacu pada indeks harga yang digunakan untuk memperkirakan perubahan rata-rata harga barang di pasar grosir. W PI juga dikenal sebagai Producers Price Index (PPI). Ini berbeda dari CPI karena jumlah yang dibayarkan oleh konsumen tidak datang langsung ke produsen. Ini karena alasan bahwa pendapatan yang dihasilkan dari penjualan barang dan jasa tunduk pada subsidi harga, keuntungan, dan pajak.

(c) Mari kita memahami perhitungan tingkat inflasi dengan bantuan PIN. Misalkan CPI suatu negara pada Februari 2007 adalah 202, 416, sedangkan pada Februari 2008 adalah 211, 080.

Oleh karena itu, tingkat inflasi dalam negeri selama periode satu tahun adalah sebagai berikut:

Tingkat Inflasi = PIN t -PIN t-1 / PIN t-1 * 100

Di mana, PIN t = 211.080

PIN t = 202.416

Tingkat Inflasi = 211.080- 202.416 /202.416 * 100

Tingkat Inflasi = 4, 28%

Melalui GNP Deflator :

Selain PIN, deflator GNP juga digunakan untuk mengukur tingkat inflasi. Deflator GNP adalah ukuran tingkat harga semua barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam suatu ekonomi dalam periode waktu tertentu.

Rumus yang digunakan untuk perhitungan deflator GNP adalah sebagai berikut:

GNP Deflator = (Nominal GNP ÷ Real GNP) * 100

Di mana Nominal GNP = GNP dengan harga saat ini

GNP nyata = GNP dengan harga konstan

Perubahan persentase dalam deflator GNP selama dua tahun berturut-turut memberikan tingkat inflasi.

Mari kita menghitung laju inflasi melalui deflator GNP dengan bantuan contoh. Misalkan GNP nominal suatu negara pada 2006-2007 adalah Rs. 1840 ribu crores dan GNP nyata adalah Rs. 1236 ribu crores. Selain itu, pada 2005-2006, nominal GNP adalah Rs. 1560 ribu crores dan GNP sebenarnya adalah Rs. 1100 ribu crores.

Sekarang, tingkat inflasi dihitung sebagai berikut:

GNP Deflator (2006-2007) = (1840/1236) * 100 = 149

Sekarang, GNP Deflator (2005-2006) = (1560/1100) * 100 = 142

Oleh karena itu, tingkat inflasi di negara ini antara 2005-2006 dan 2006-2007 akan menjadi sebagai berikut:

Tingkat Inflasi = [(149-142) / 142] * 100

= (7/142) * 100

= 4, 9%

 

Tinggalkan Komentar Anda