Teori Neoklasik tentang Distribusi Pendapatan Nasional untuk Tenaga Kerja

Teori distribusi Neo-Klasik menunjukkan pembagian pendapatan Nasional di antara faktor-faktor produksi.

Asumsi:

1. Modal (K) dan Tenaga Kerja (L) konstan

K = K

L = L

2. Faktor-faktor produksi dimanfaatkan sepenuhnya yaitu, ada lapangan kerja penuh tenaga kerja. Oleh karena itu, kurva penawaran faktor adalah vertikal.

3. Tidak ada perubahan dalam teknologi.

4. Output ditetapkan pada level Y.

5. Konstan kembali ke skala.

Ini menyiratkan jika kita meningkatkan semua input dengan proporsi tertentu (k), output akan meningkat dengan proporsi yang sama ( k ).

kY = f (kL, kK) di mana k adalah konstanta positif.

6. Persaingan sempurna.

7. Perusahaan hanya menghasilkan output, rumah tangga memiliki modal secara langsung. Karena output (Y) adalah fungsi input (K, L).

Fungsi produksi: Y = f (K, L) ... (i)

Output yang dihasilkan akan tergantung pada kontribusi faktor terhadap produksi. Pendapatan nasional yang dihasilkan akan tergantung pada total output yang dihasilkan. Lebih besar outputnya

diproduksi lebih banyak akan menjadi generasi pendapatan nasional. Oleh karena itu, Y = Y menyiratkan bahwa pendapatan nasional (Y) = total output yang dihasilkan (Y).

Penentuan Harga Faktor:

Harga faktor ditentukan pada titik di mana:

Pasokan faktor (Ns) = Permintaan untuk faktor (Nd)

Ns = Nd

Ini menyiratkan, harga yang diterima masing-masing faktor (tenaga kerja, modal) (upah, bunga) untuk layanan yang diberikan tergantung pada permintaan dan penawaran faktor tersebut.

Karena pasokan faktor tetap, kurva penawaran faktor adalah garis lurus vertikal (Ns).

Permintaan faktor (Nd) berhubungan negatif dengan harga faktor.

Ini menyiratkan, jika harga faktor (misalnya upah) turun, permintaan untuk faktor (tenaga kerja) akan meningkat dan sebaliknya.

2. Harga faktor (w, r)

3. Jumlah faktor (L, K)

di mana P, W, K adalah konstan (bar berarti konstan).

 

Tinggalkan Komentar Anda