Ekonomi Sosialis: Makna dan Fitur Ekonomi Sosialis

"Sosialisme mengacu pada kepemilikan pemerintah atas alat-alat produksi, perencanaan oleh pemerintah dan distribusi pendapatan" -Samuelson.

Berarti:

Sosialis berarti sistem di mana sistem ekonomi dikendalikan dan diatur oleh pemerintah untuk memastikan kesejahteraan dan kesempatan yang sama bagi orang-orang dalam masyarakat.

Gagasan sosialisme pertama kali diperkenalkan oleh Karl Marx dan Fredric Engles dalam buku mereka, 'The Communist Manifesto'.

Kata sosialisme berarti 'semua hal untuk semua orang'. Menurut Samuelson, "Sosialisme mengacu pada kepemilikan pemerintah atas alat-alat produksi, perencanaan oleh pemerintah dan distribusi pendapatan".

Fitur Utama Ekonomi Sosialis :

Fitur utama ekonomi sosialis adalah sebagai berikut:

(i) Kepemilikan Kolektif:

Dalam sosialisme, semua alat produksi dimiliki oleh masyarakat, yaitu, Pemerintah, dan tidak ada individu yang dapat memiliki properti pribadi di luar batas tertentu. Karena itu, pemerintahlah yang memanfaatkan sumber daya ini untuk kepentingan kesejahteraan sosial.

(ii) Kesetaraan Ekonomi, Sosial dan Politik :

Di bawah sosialisme, hampir ada persamaan antara kaya dan miskin. Tidak ada masalah perjuangan kelas.

(iii) Perencanaan Ekonomi:

Di bawah sosialisme, pemerintah menetapkan tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah mengadopsi perencanaan ekonomi. Semua jenis keputusan mengenai masalah utama ekonomi diambil dalam rencana ekonomi. Ada Otoritas Perencanaan Pusat, yang merencanakan ekonomi.

(iv) Tidak Ada Kompetisi:

Tidak seperti ekonomi kapitalistik, tidak ada persaingan ketat. Ini berarti kurangnya persaingan karena negara adalah satu-satunya pengusaha.

(v) Peran Positif Pemerintahan :

Dalam sosialisme, pemerintah memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, pemerintah memiliki kendali penuh atas kegiatan ekonomi seperti distribusi, pertukaran, konsumsi, investasi dan perdagangan luar negeri dll.

(vi) Pekerjaan dan Upah Menurut Kemampuan dan Kebutuhan:

Dalam ekonomi sosialistik, pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan upah sesuai dengan kebutuhan. Dikatakan bahwa di bawah sosialisme "dari masing-masing sesuai dengan kemampuannya untuk masing-masing sesuai dengan kebutuhannya, adalah sosialisme."

(vi) Kesejahteraan Sosial Maksimal:

Satu-satunya tujuan sosialisme adalah kesejahteraan sosial maksimum masyarakat. Artinya tidak ada ruang lingkup eksploitasi kelas buruh. Pemerintah mencermati kebutuhan massa miskin sambil merumuskan rencana.

 

Tinggalkan Komentar Anda