Harga Faktor: Konsep dan Teori

Faktor-faktor produksi dapat didefinisikan sebagai input yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan ekonomi.

Di bidang ekonomi, ada empat faktor utama produksi, yaitu tanah, tenaga kerja, modal, dan perusahaan. Harga yang dibayar pengusaha untuk memanfaatkan layanan dari faktor-faktor ini disebut harga faktor.

Pengusaha membayar sewa, upah, bunga, dan keuntungan untuk masing-masing memanfaatkan layanan tanah, tenaga kerja, modal, dan perusahaan. Teori penetapan harga faktor berkaitan dengan penentuan harga berbagai faktor produksi.

Penentuan harga faktor selalu diasumsikan serupa dengan penentuan harga produk. Ini karena dalam kedua kasus, harga ditentukan dengan bantuan kekuatan permintaan dan penawaran. Selain itu, permintaan untuk faktor-faktor produksi mirip dengan permintaan untuk produk.

Namun, ada dua perbedaan utama di sisi penawaran faktor produksi dan produk. Pertama, di pasar produk, pasokan suatu produk ditentukan oleh biaya marjinal produksinya. Di sisi lain, di pasar faktor, tidak mungkin untuk menentukan penawaran faktor berdasarkan biaya marjinal.

Sebagai contoh, sulit untuk memastikan biaya produksi yang tepat untuk faktor-faktor, seperti tanah dan modal. Kedua, pasokan faktor-faktor produksi tidak dapat dengan mudah disesuaikan seperti dalam hal produk. Misalnya, jika permintaan untuk tanah meningkat, maka tidak mungkin untuk segera menambah pasokannya.

Konsep Harga Faktor :

Harga faktor dikaitkan dengan harga yang dibayar pengusaha untuk memanfaatkan layanan yang diberikan oleh faktor-faktor produksi. Sebagai contoh, seorang wirausahawan perlu membayar upah untuk tenaga kerja, sewa tanah yang tersedia, dan bunga untuk modal sehingga ia bisa mendapatkan keuntungan maksimum. Faktor-faktor produksi ini secara langsung mempengaruhi proses produksi suatu organisasi.

Dalam konteks ekonomi, keempat faktor produksi ini bila digabungkan bersama-sama menghasilkan agregat bersih produk, yang disebut sebagai pendapatan nasional. Karena itu, penting untuk menentukan harga dari keempat faktor produksi ini. Teori penentuan harga faktor berkaitan dengan penentuan harga saham dari empat faktor produksi, yaitu tanah, tenaga kerja, modal dan perusahaan.

Dengan kata lain, teori penetapan harga faktor berkaitan dengan prinsip-prinsip yang dengannya harga setiap faktor produksi ditentukan dan didistribusikan. Oleh karena itu, teori penetapan harga faktor juga dikenal sebagai teori distribusi. Menurut Chapman, teori distribusi, "menjelaskan pembagian kekayaan yang dihasilkan oleh komunitas di antara agen, atau pemilik agen, yang telah aktif dalam produksinya."

Ada dua aspek dari masing-masing faktor produksi, yaitu sebagai berikut:

saya. Aspek harga:

Mengacu pada aspek di mana organisasi membayar jumlah tertentu untuk memanfaatkan jasa faktor-faktor produksi. Misalnya, upah, sewa, dan bunga merupakan harga faktor-faktor produksi.

ii. Aspek Penghasilan:

Mengacu pada aspek lain di mana jumlah tertentu diterima oleh faktor produksi. Misalnya, sewa yang diterima oleh pemilik dan upah yang diterima oleh tenaga kerja merupakan pendapatan yang dihasilkan dari faktor-faktor produksi.

Secara umum, diasumsikan bahwa teori penetapan harga faktor mirip dengan teori penetapan harga produk. Namun, ada perbedaan tertentu antara kedua teori tersebut. Kedua teori mengasumsikan penentuan harga dengan interaksi dua kekuatan pasar, yaitu permintaan dan penawaran.

Namun, ada perbedaan dalam sifat permintaan dan penawaran faktor-faktor produksi sehubungan dengan produk. Permintaan untuk faktor-faktor produksi adalah permintaan turunan, sedangkan permintaan untuk produk adalah permintaan langsung. Apalagi permintaan untuk faktor-faktor produksi adalah permintaan bersama.

Ini karena suatu produk tidak dapat diproduksi menggunakan faktor produksi tunggal. Di sisi lain, pasokan produk terkait erat dengan biaya produksi, sedangkan tidak ada biaya produksi untuk faktor-faktor. Misalnya, tidak ada biaya produksi untuk tanah, tenaga kerja, dan modal. Oleh karena itu, harga faktor dipisahkan dari harga produk.

Teori Harga Faktor :

Teori penetapan harga faktor berkaitan dengan prinsip-prinsip yang dengannya harga setiap faktor produksi ditentukan dan didistribusikan. Distribusi faktor-faktor produksi dapat dari dua jenis, yaitu personal dan fungsional. Distribusi pribadi berkaitan dengan distribusi pendapatan di antara individu yang berbeda.

Ini terkait dengan jumlah pendapatan yang dihasilkan bukan dengan sumber pendapatan. Misalnya, seorang individu mendapatkan Rs. 20.000 per bulan; penghasilan ini dapat diperolehnya dengan upah, sewa, atau dividen. Di sisi lain, distribusi fungsional dikaitkan dengan distribusi pendapatan di antara berbagai faktor produksi sesuai fungsinya.

Ini berkaitan dengan sumber pendapatan, seperti upah, sewa, bunga, dan keuntungan. Dalam hal distribusi faktor-faktor produksi, ada dua teori, yaitu teori produktivitas marjinal dan teori harga faktor modern.

 

Tinggalkan Komentar Anda