10 Penentu Permintaan untuk suatu Produk

Permintaan suatu produk dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Organisasi harus memahami dengan baik hubungan antara permintaan dan masing-masing penentu untuk menganalisis dan memperkirakan permintaan individu dan pasar suatu produk.

Permintaan akan suatu produk dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga, pendapatan konsumen, dan pertumbuhan populasi.

Misalnya, permintaan untuk pakaian berubah dengan perubahan mode dan selera serta preferensi konsumen. Sejauh mana faktor-faktor ini mempengaruhi permintaan tergantung pada sifat suatu produk.

Suatu organisasi, sambil menganalisis efek dari satu penentu tertentu terhadap permintaan, perlu mengasumsikan penentu lain konstan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jika semua faktor penentu dibiarkan berbeda secara bersamaan, maka akan sulit untuk memperkirakan tingkat perubahan permintaan.

Berikut ini adalah penentu permintaan suatu produk:

saya. Harga Produk atau Layanan:

Mempengaruhi permintaan suatu produk untuk sebagian besar. Ada hubungan terbalik antara harga suatu produk dan jumlah yang diminta. Permintaan untuk suatu produk menurun dengan kenaikan harga, sementara faktor-faktor lain konstan, dan sebaliknya.

Misalnya, konsumen lebih suka membeli produk dalam jumlah besar ketika harga produk lebih murah. Hubungan harga-permintaan menandai kontribusi yang signifikan dalam pasar oligopolistik di mana keberhasilan suatu organisasi bergantung pada hasil perang harga antara organisasi dan para pesaingnya.

ii. Pendapatan:

Merupakan salah satu penentu penting permintaan. Pendapatan konsumen mempengaruhi daya belinya, yang, pada gilirannya, memengaruhi permintaan akan suatu produk. Peningkatan pendapatan konsumen akan secara otomatis meningkatkan permintaan akan produk olehnya, sementara faktor-faktor lain konstan, dan sebaliknya.

Misalnya, jika gaji Tn. X meningkat, maka ia dapat menambah uang saku anak-anaknya dan membeli barang-barang mewah untuk keluarganya. Ini akan meningkatkan permintaan berbagai produk dari satu keluarga. Hubungan pendapatan-permintaan dapat dianalisis dengan mengelompokkan barang ke dalam empat kategori, yaitu, barang konsumen penting, barang inferior, barang normal, dan barang mewah.

Hubungan antara pendapatan konsumen dan masing-masing barang dijelaskan sebagai berikut:

Sebuah. Barang Konsumen Esensial atau Dasar:

Merujuk pada barang yang dikonsumsi oleh semua orang di masyarakat. Misalnya, butiran makanan, sabun, minyak, bahan bakar untuk memasak, dan pakaian. Kuantitas yang diminta untuk barang-barang konsumsi dasar meningkat dengan kenaikan pendapatan konsumen, tetapi sampai batas tertentu, sementara faktor-faktor lain konstan.

b. Barang Normal:

Lihat barang-barang yang permintaannya meningkat dengan meningkatnya pendapatan konsumen. Misalnya, barang, seperti pakaian, kendaraan, dan makanan, dituntut dalam jumlah yang relatif meningkat dengan peningkatan pendapatan konsumen. Permintaan barang normal bervariasi karena tingkat kenaikan yang berbeda dalam pendapatan konsumen.

c. Barang inferior:

Mengacu pada barang yang permintaannya menurun dengan meningkatnya pendapatan konsumen. Sebagai contoh, seorang konsumen akan lebih memilih untuk membeli gandum dan beras daripada millet dan gas memasak daripada minyak tanah, dengan peningkatan pendapatannya. Dalam kasus seperti itu, millet dan minyak tanah adalah barang inferior bagi konsumen.

Namun, kedua barang ini bisa menjadi barang normal bagi orang yang memiliki tingkat pendapatan lebih rendah. Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa barang tidak selalu inferior atau normal; itu adalah tingkat pendapatan konsumen dan persepsi mereka tentang kebutuhan barang.

d. Barang-barang mewah:

Lihat barang-barang yang permintaannya meningkat dengan meningkatnya pendapatan konsumen. Barang mewah digunakan untuk kesenangan dan harga diri konsumen. Misalnya, barang-barang perhiasan mahal, mobil mewah, lukisan dan anggur antik, dan perjalanan udara.

aku aku aku. Selera dan Preferensi Konsumen:

Memainkan peran utama dalam memengaruhi permintaan individu dan pasar suatu produk. Selera dan preferensi konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti gaya hidup, kebiasaan, kebiasaan umum, dan perubahan mode, standar hidup, nilai-nilai agama, usia, dan jenis kelamin.

Perubahan pada salah satu dari faktor-faktor ini menyebabkan perubahan dalam selera dan preferensi konsumen. Akibatnya, konsumen mengurangi konsumsi produk lama dan menambah produk baru untuk konsumsi mereka. Misalnya, jika ada perubahan dalam mode, konsumen akan lebih memilih produk baru dan canggih daripada produk kuno, asalkan perbedaan harga sebanding dengan pendapatan mereka.

Selain itu, permintaan juga dipengaruhi oleh kebiasaan konsumen. Misalnya, sebagian besar orang India Selatan bukan vegetarian; oleh karena itu, permintaan akan produk non-vegetarian lebih tinggi di India Selatan. Selain itu, rasio jenis kelamin memiliki dampak relatif terhadap permintaan untuk banyak produk.

Misalnya, jika wanita jumlahnya banyak dibandingkan dengan pria di area tertentu, maka permintaan untuk produk feminin, seperti alat rias dan kosmetik, akan tinggi di area itu.

iv. Harga Barang Terkait:

Mengacu pada fakta bahwa permintaan akan produk tertentu dipengaruhi oleh harga barang terkait secara lebih luas.

Barang terkait dapat terdiri dari dua jenis, yaitu barang pengganti dan barang pelengkap, yang dijelaskan sebagai berikut:

Sebuah. Pengganti:

Lihat barang yang memenuhi kebutuhan konsumen yang sama tetapi dengan harga yang berbeda. Sebagai contoh, teh dan kopi, jowar dan bajra, dan minyak kacang tanah dan minyak bunga matahari saling menggantikan. Kenaikan harga suatu hasil yang baik dalam peningkatan permintaan penggantinya dengan harga rendah. Karena itu, konsumen biasanya lebih suka membeli pengganti, jika harga barang tertentu meningkat.

b. Barang Pelengkap:

Lihat barang yang dikonsumsi secara bersamaan atau dalam kombinasi. Dengan kata lain, barang pelengkap dikonsumsi bersama. Misalnya, pena dan tinta, mobil dan bensin, dan teh dan gula digunakan bersama. Oleh karena itu, permintaan barang pelengkap berubah secara bersamaan. Barang-barang pelengkap berbanding terbalik satu sama lain. Misalnya, kenaikan harga bensin akan menurunkan permintaan mobil.

v. Harapan Konsumen:

Menyiratkan bahwa harapan konsumen tentang perubahan masa depan dalam harga suatu produk mempengaruhi permintaan untuk produk tersebut dalam jangka pendek. Misalnya, jika konsumen berharap bahwa harga bensin akan naik di minggu depan, maka permintaan bensin akan meningkat di masa sekarang.

Di sisi lain, konsumen akan menunda pembelian produk yang harganya diperkirakan akan menurun di masa depan, terutama dalam hal produk yang tidak penting. Terlepas dari ini, jika konsumen mengantisipasi peningkatan pendapatan mereka, ini akan menghasilkan peningkatan permintaan untuk produk tertentu. Selain itu, kelangkaan produk tertentu di masa depan juga akan menyebabkan peningkatan permintaan mereka di masa sekarang.

vi. Pengaruh Iklan:

Mengacu pada salah satu faktor penting dalam menentukan permintaan suatu produk. Iklan yang efektif sangat membantu dalam banyak hal, seperti menarik perhatian konsumen, memberi tahu mereka tentang ketersediaan suatu produk, mendemonstrasikan fitur-fitur produk kepada calon konsumen, dan membujuk mereka untuk membeli produk. Konsumen sangat peka terhadap iklan karena terkadang mereka terikat pada iklan yang didukung oleh selebritas favorit mereka. Ini menghasilkan peningkatan permintaan akan suatu produk.

vii. Distribusi Penghasilan di Masyarakat:

Mempengaruhi permintaan akan suatu produk di pasar sebagian besar. Jika pendapatan didistribusikan secara merata di antara orang-orang dalam masyarakat, permintaan akan produk akan lebih tinggi daripada jika distribusi pendapatan tidak merata. Namun, distribusi pendapatan di masyarakat sangat bervariasi.

Ini mengarah pada konsumsi tinggi atau rendah suatu produk oleh segmen masyarakat yang berbeda. Sebagai contoh, segmen berpenghasilan tinggi dari masyarakat akan lebih suka barang mewah, sedangkan segmen berpenghasilan rendah akan lebih memilih barang yang diperlukan. Dalam skenario seperti itu, permintaan untuk barang mewah akan meningkat di segmen berpenghasilan tinggi, sedangkan permintaan untuk barang kebutuhan akan meningkat di segmen berpenghasilan rendah.

viii. Pertumbuhan Populasi:

Bertindak sebagai faktor penting yang mempengaruhi permintaan pasar suatu produk. Jika jumlah konsumen meningkat di pasar, kapasitas konsumsi konsumen juga akan meningkat. Oleh karena itu, pertumbuhan populasi yang tinggi akan menghasilkan peningkatan permintaan untuk produk yang berbeda.

ix. Kebijakan pemerintah:

Mengacu pada salah satu faktor utama yang mempengaruhi permintaan suatu produk. Misalnya, jika suatu produk memiliki tarif pajak yang tinggi, ini akan meningkatkan harga produk. Ini akan menghasilkan penurunan permintaan untuk suatu produk. Demikian pula, kebijakan kredit suatu negara juga mendorong permintaan akan suatu produk. Misalnya, jika jumlah kredit yang cukup tersedia untuk konsumen, ini akan meningkatkan permintaan produk.

x. Kondisi Iklim:

Mempengaruhi permintaan suatu produk ke tingkat yang lebih besar. Misalnya, permintaan es krim dan minuman dingin meningkat di musim panas, sedangkan teh dan kopi lebih disukai di musim dingin. Beberapa produk memiliki permintaan yang lebih kuat di daerah berbukit daripada di dataran. Oleh karena itu, individu menuntut produk yang berbeda dalam kondisi iklim yang berbeda.

 

Tinggalkan Komentar Anda