Penyebab dan Ukuran Ketidakseimbangan (Neraca Pembayaran)

Penyebab dan Ukuran Ketidakseimbangan!

Keseluruhan akun BOP selalu dalam keseimbangan. Neraca atau keseimbangan ini hanya dalam arti akuntansi karena defisit atau surplus dipulihkan dengan bantuan akun modal.

Bahkan, ketika kita berbicara tentang disekuilibrium, ini mengacu pada neraca pembayaran saat ini. Jika penerimaan otonom kurang dari pembayaran otonom, neraca pembayaran defisit mencerminkan ketidakseimbangan neraca pembayaran.

1. Penyebab disekuilibrium pada BOP:

Ada beberapa faktor yang menyebabkan disekuilibrium dalam BOP yang mengindikasikan surplus atau defisit.

Penyebab disekuilibrium pada BOP tersebut tercantum di bawah ini:

(i) Faktor Ekonomi:

(a) Ketidakseimbangan antara ekspor dan impor. (Ini adalah penyebab utama disekuilibrium dalam BOR), (b) Pengeluaran pembangunan berskala besar yang menyebabkan impor besar, (c) Tingginya harga domestik yang menyebabkan impor, (d) Fluktuasi siklus (seperti resesi atau depresi) dalam aktivitas bisnis umum, (e) Sumber pasokan baru dan pengganti baru.

(ii) Faktor Politik:

Pengalaman menunjukkan bahwa ketidakstabilan dan gangguan politik menyebabkan arus modal keluar yang besar dan menghambat arus masuk modal asing.

(iii) Faktor Sosial:

(a) Perubahan mode, selera dan preferensi orang-orang membawa ketidakseimbangan dalam BOP dengan memengaruhi impor dan ekspor; (B) Pertumbuhan populasi yang tinggi di negara-negara miskin mempengaruhi BOP mereka karena meningkatkan kebutuhan negara untuk impor dan mengurangi kapasitas mereka untuk ekspor.

2. Langkah-langkah untuk memperbaiki disekuilibrium pada BOP :

Defisit yang berkelanjutan atau berkepanjangan harus diselesaikan dengan pinjaman jangka pendek atau penipisan cadangan modal valuta asing dan emas.

Disarankan tindakan perbaikan berikut:

(i) Promosi ekspor:

Ekspor harus didorong dengan memberikan berbagai karunia kepada produsen dan eksportir. Pada saat yang sama, impor harus dicegah dengan melakukan substitusi impor dan mengenakan tarif yang masuk akal.

(ii) Impor:

Pembatasan dan Substitusi Impor adalah langkah lain untuk mengoreksi disekuilibrium.

(iii) Mengurangi inflasi:

Inflasi (kenaikan harga yang terus-menerus) menghambat ekspor dan mendorong impor. Karena itu, pemerintah harus memeriksa inflasi dan menurunkan harga di dalam negeri.

(iv) Kontrol pertukaran:

Pemerintah harus mengendalikan devisa dengan memerintahkan semua eksportir untuk menyerahkan devisa mereka ke bank sentral dan kemudian menjatah di antara importir berlisensi.

(v) Devaluasi mata uang domestik:

Ini berarti jatuh dalam nilai eksternal (pertukaran) mata uang domestik dalam hal unit valuta asing yang membuat barang-barang domestik lebih murah bagi orang asing. Devaluasi dilakukan oleh perintah pemerintah ketika suatu negara telah mengadopsi sistem nilai tukar tetap. Harus diperhatikan bahwa devaluasi seharusnya tidak menyebabkan kenaikan tingkat harga internal.

(vi) Penyusutan:

Seperti halnya devaluasi, depresiasi menyebabkan penurunan daya beli eksternal mata uang lokal. Depresiasi terjadi dalam sistem pasar bebas di mana permintaan untuk valuta asing jauh melebihi pasokan valuta asing di pasar valuta asing suatu negara (Pikiran, devaluasi dilakukan dalam sistem nilai tukar tetap.)

 

Tinggalkan Komentar Anda