Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Harga

Harga adalah satu-satunya elemen bauran pemasaran yang membantu dalam menghasilkan pendapatan.

Oleh karena itu, seorang pemasar harus mengadopsi pendekatan yang terencana dengan baik untuk keputusan penetapan harga.

Pemasar harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penetapan harga sebelum menetapkan harga suatu produk.

Gambar-2 menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penetapan harga:

Sekarang, mari kita bahas faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penetapan harga (seperti yang ditunjukkan pada Gambar-2) secara singkat:

saya. Tujuan Organisasi:

Mempengaruhi keputusan penetapan harga untuk sebagian besar. Para pemasar harus menetapkan harga sesuai tujuan organisasi. Sebagai contoh, suatu organisasi telah menetapkan tujuan untuk menghasilkan produk yang berkualitas, dengan demikian, harga akan ditentukan sesuai dengan kualitas produk. Demikian pula, jika organisasi memiliki tujuan untuk meningkatkan penjualan sebesar 18% setiap tahun, maka harga yang wajar harus ditetapkan untuk meningkatkan permintaan produk.

ii. Biaya:

Mempengaruhi keputusan penetapan harga suatu organisasi. Organisasi dapat menjual produk dengan harga kurang dari pesaing bahkan jika itu menimbulkan biaya tinggi. Dengan mengikuti strategi ini, organisasi dapat meningkatkan volume penjualan dalam jangka pendek tetapi tidak dapat bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pemasar menganalisis biaya sebelum menetapkan harga untuk meminimalkan kerugian. Biaya termasuk biaya bahan baku, biaya penjualan dan distribusi, biaya iklan dan promosi penjualan serta biaya kantor dan administrasi.

aku aku aku. Masalah Hukum dan Peraturan:

Membujuk pemasar untuk mengubah keputusan harga. Undang-undang hukum dan peraturan menetapkan harga pada berbagai produk, seperti asuransi dan barang susu. Undang-undang ini dapat menyebabkan penetapan, pembekuan, atau pengendalian harga pada tingkat minimum atau maksimum.

iv. Karakteristik produk:

Termasuk sifat produk, pengganti produk, tahap siklus hidup produk, dan diversifikasi produk.

v. Persaingan:

Mempengaruhi harga secara signifikan. Organisasi mencocokkan harga dengan pesaing dan menyesuaikan harga lebih atau kurang dari pesaing. Organisasi juga menilai bagaimana para pesaing merespons perubahan harga.

vi. Tujuan Penetapan Harga:

Bantu organisasi dalam menentukan keputusan harga. Misalnya, organisasi memiliki tujuan penetapan harga untuk meningkatkan pangsa pasar melalui penetapan harga rendah. Oleh karena itu, perlu menetapkan harga kurang dari harga pesaing untuk mendapatkan pangsa pasar. Memberi potongan harga dan diskon produk juga merupakan tujuan harga yang memengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli suatu produk.

vii. Elastisitas Harga dari Permintaan:

Mengacu pada perubahan permintaan suatu produk karena perubahan harga.

Ada tiga situasi yang muncul di bawahnya:

Sebuah. Produk yang memiliki permintaan inelastis akan sangat mahal harganya

b. Produk yang memiliki lebih dari permintaan elastis akan dihargai rendah

c. Produk yang memiliki permintaan elastis akan diberi harga yang wajar.

viii. Kebijakan penetapan harga pesaing:

Mempengaruhi kebijakan penetapan harga organisasi. Harga suatu produk harus ditentukan sedemikian rupa sehingga harus dengan mudah menghadapi persaingan harga.

ix. Saluran distribusi:

Menyiratkan jalur di mana produk akhir pabrikan menjangkau pengguna akhir. Jika saluran distribusi besar, harga produk akan tinggi dan jika saluran distribusi pendek, harga produk akan rendah. Jadi, ini adalah faktor utama yang mempengaruhi keputusan penetapan harga.

 

Tinggalkan Komentar Anda