Ekspor Dokumentasi dan Jenisnya (Dengan Spesimen)

Perdagangan antara dua negara melibatkan proses dokumentasi yang signifikan.

Dalam perdagangan domestik, suatu organisasi hanya harus memenuhi persyaratan departemen perpajakan negara sendiri dan membuat faktur sederhana terhadap pelanggan.

Namun, dalam hal perdagangan internasional, eksportir dan importir harus menyerahkan sejumlah dokumen ke berbagai lembaga.

Lembaga-lembaga ini adalah sebagai berikut:

Sebuah. Organisasi pengimpor yang telah melakukan pemesanan dan organisasi pengekspor yang menjual barang

b. Perpajakan, kontrol bea cukai, dan otoritas kontrol pertukaran kedua negara

c. Otoritas pelabuhan untuk bongkar muat barang

d. Pengiriman dan otoritas pergudangan untuk mengangkut dan menyimpan barang

e. Lembaga inspeksi yang memeriksa dan memverifikasi produk

f. Bank dari negara pengekspor dan pengimpor jika terlibat

Dokumentasi ekspor memainkan peran penting dalam arus dan pergerakan barang dan jasa di pasar internasional. Dokumentasi ini melibatkan pekerjaan kertas yang berat dan tidak praktis untuk organisasi ekspor.

Ada berbagai agen / pakar outsourcing yang menyiapkan dokumen-dokumen ini atas nama organisasi dan membebankan biaya untuk itu. Eksportir harus memahami pentingnya setiap dokumen. Jika mereka kehilangan dokumen apa pun, kontrak dapat dibatalkan.

Dokumen ekspor dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, seperti yang ditunjukkan pada Gambar-7:

Pembahasan dokumen-dokumen ini adalah sebagai berikut:

(a) Dokumen Pengaturan:

Mengacu pada dokumen pra-pengiriman yang ditentukan oleh negara pengekspor. Kepatuhan dokumen-dokumen ini wajib untuk kontrak ekspor.

Dokumen peraturan meliputi:

saya. Tagihan pengiriman

ii. Aplikasi ekspor yang ditentukan oleh otoritas pelabuhan

aku aku aku. Sertifikat pembayaran asuransi

iv. Pass gerbang cukai untuk pembersihan barang

(b) Dokumen Komersial:

Lihat dokumen-dokumen yang penting untuk mentransfer kepemilikan dari eksportir ke importir. Dokumen-dokumen ini diperlukan untuk memenuhi aturan perdagangan ekspor.

Dokumen-dokumen tersebut meliputi :

saya. Tagihan pertukaran

ii. Surat kredit

aku aku aku. Polis asuransi laut

iv. Daftar muatan

v. Instruksi pengiriman

vi. Pesanan pengiriman

vii. Dokumen inspeksi

viii. Sertifikat asal barang

(c) Dokumen Bantuan Ekspor:

Libatkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan bantuan pemerintah, seperti subsidi. Ini termasuk dokumen, seperti kontrak ekspor-impor dan sertifikat kontrol kualitas.

(d) Dokumen yang ditentukan oleh negara importir:

Termasuk dokumen pra-inspeksi, persetujuan kualitas, dan norma-norma terkait pekerja anak. Pengimpor menegaskan eksportir untuk menyerahkan dokumen-dokumen ini untuk memenuhi hukum dan peraturan negara importir. Dokumen ekspor diperlukan dari tahap ketika eksportir menerima pesanan sampai tahap akhir ketika ia mendapat pembayaran dari importir. Dokumen-dokumen ini membantu dalam regulasi perdagangan dan fasilitasi operasi ekspor.

 

Tinggalkan Komentar Anda