Garis Biaya-Iso (Dijelaskan Dengan Diagram)

Sejauh mana suatu faktor digabungkan ke faktor lain tergantung pada harga faktor dan kemauan organisasi untuk mengeluarkan uang untuk faktor.

Garis iso-biaya mewakili harga faktor bersama dengan jumlah uang yang bersedia dikeluarkan organisasi untuk faktor-faktor.

Dengan kata lain, ini menunjukkan kombinasi berbagai faktor yang dapat dibeli dengan jumlah uang tertentu.

Misalnya, seorang produser ingin membelanjakan Rs. 300 tentang faktor-faktor produksi, yaitu X dan Y. Harga X di pasar adalah Rs. 3 per unit dan harga Y adalah Rs. 5 per unit.

Dalam kasus seperti itu, garis iso-biaya ditunjukkan pada Gambar-10:

Seperti ditunjukkan pada Gambar-10, jika produsen menghabiskan seluruh jumlah uang untuk membeli X, maka ia dapat membeli 100 unit X, yang diwakili oleh OL. Di sisi lain, jika produsen membeli Y dengan jumlah keseluruhan, maka ia akan bisa mendapatkan 60 unit, yang diwakili oleh OH.

Jika titik H dan L digabungkan masing-masing pada sumbu X dan Y, diperoleh garis lurus, yang disebut garis iso-biaya. Semua kombinasi X dan Y yang terletak pada baris ini, akan memiliki jumlah biaya yang sama yaitu Rs. 300. Demikian pula, garis iso-biaya lainnya dapat diplot dengan mengambil biaya lebih dari Rs. 300, seandainya produsen mau mengeluarkan lebih banyak uang untuk faktor-faktor produksi.

Dengan bantuan garis isoquant dan iso-biaya, produsen dapat menentukan titik di mana input menghasilkan laba maksimum dengan mengeluarkan biaya minimum. Titik seperti itu disebut sebagai keseimbangan produsen.

 

Tinggalkan Komentar Anda