Arti dan Faktor Penentu Pasokan

Setelah membaca artikel ini Anda akan belajar tentang: 1. Makna Pasokan 2. Faktor Penentu Pasokan.

Arti Pasokan:

Pasokan adalah jumlah barang yang ditawarkan untuk dijual dengan harga tertentu pada waktu tertentu. "Jumlah produk yang mampu dan bersedia ditawarkan perusahaan untuk dijual disebut kuantitas yang disediakan."

Pasokan adalah aliran yang diinginkan. Ini mengukur seberapa banyak perusahaan mau menjual dan bukan berapa banyak yang sebenarnya mereka jual. Harus diingat bahwa perusahaan mungkin tidak memasok seluruh jumlah komoditas yang mereka hasilkan per periode waktu. Pasokan mungkin melebihi atau gagal produksi. Pasokan pada tahun tertentu adalah total produksi persediaan ditambah-minus dari komoditas.

Penentu Pasokan :

Pasokan suatu komoditas tidak hanya bergantung pada harga komoditas itu, tetapi juga pada faktor-faktor lain.

Fungsi persediaan sekarang dapat dinyatakan sebagai:

S x = f (P x, P a ... P c, P L ... P O, T, C r, S t, O, G),

P x → harga barang x sendiri,

P a … P c → harga barang terkait,

P L … P O → harga input,

T → waktu,

S t → keadaan teknologi,

O → tujuan perusahaan, dan

G → pajak, subsidi dan peraturan.

Sekarang kami akan menjelaskan semua faktor penentu pasokan ini secara singkat:

(a) Harga Sendiri — S x = f (P x ):

Pertama, faktor terpenting yang mempengaruhi pasokan suatu komoditas adalah harganya sendiri. Dan hubungan antara penawaran dan harga sendiri adalah hubungan langsung.

(b) Harga Barang Terkait — S x = f (P a … P c ):

Kedua, pasokan komoditas apa pun sangat tergantung tidak hanya pada harga komoditas itu sendiri tetapi juga pada harga barang-barang pengganti dan pelengkap.

Jika harga pasar gandum naik, petani goni akan tertarik dengan produksi gandum sehingga di musim berikutnya mereka dapat meningkatkan pasokan gandum. Di sisi lain, dalam hal produk bersama, kenaikan harga pasar daging kambing akan meningkatkan jumlah kulit yang dipasok.

(c) Harga Input — S x = f (P L … P o ):

Ketiga, harga input juga merupakan penentu penting pasokan. Jika harga input (katakanlah, tagihan upah) naik, biaya produksi pasti akan meningkat. Akibatnya, laba akan cenderung menurun. Melihat situasi yang tidak menguntungkan, perusahaan akan mengurangi pasokan komoditas dan akan mencoba beralih ke produksi komoditas lain yang masih tidak menguntungkan.

(d) Waktu — S x = f (T):

Keempat, dalam jangka pendek, biasanya pasokan suatu komoditas (terutama barang yang mudah rusak) tidak responsif terhadap perubahan harga. Namun, dalam jangka panjang, pasokan komoditas cenderung lebih fleksibel atau berfluktuasi dalam menanggapi situasi yang berubah.

Untuk barang yang tidak dapat direproduksi, pasokan menjadi sangat tidak elastis. Orang sekarang dapat menyarankan bahwa persediaan suatu komoditas juga tergantung pada sifatnya. Misalnya, pasokan barang yang tidak mudah busuk merespons lebih dari barang yang mudah rusak ketika harganya berubah.

(e) Teknologi — S x = f (S t ):

Kelima, keadaan seni atau teknologi memiliki pengaruh penting pada pasokan komoditas. Karena teknologi baru dan modern digunakan dalam masalah, produksi dan produktivitas meningkat dan biaya produksi rata-rata cenderung menurun. Ini menghasilkan perubahan dalam jumlah yang disediakan.

(f) Tujuan Perusahaan — S x = f (O):

Keenam, sifat tujuan perusahaan juga memengaruhi keputusan pasokan. Perusahaan dapat memiliki tujuan yang berbeda. Biasanya, maksimalisasi laba adalah tujuan paling mendasar dari suatu perusahaan. Perusahaan bisnis modern bertujuan memaksimalkan pendapatan penjualan daripada keuntungan.

Pasokan komoditas di bawah dua tujuan luas ini cenderung berbeda. Dengan demikian, pasokan komoditas tergantung pada tujuan atau sasaran perusahaan. Perubahan tujuan perusahaan-perusahaan ini akan mengarah pada perubahan kuantitas yang disediakan.

(g) Kebijakan Pemerintah — S x = f (G):

Akhirnya, dengan mengenakan pajak pada perusahaan, pemerintah dapat mempengaruhi pasokan komoditas. Pemerintah dapat meminta perusahaan bisnis untuk membayar pajak karena mencemari atmosfer atau untuk memenuhi layanan pemerintah mengenai pendidikan, kesehatan, dll. Ketika pajak ini meningkatkan biaya, perusahaan mengurangi persediaan. Demikian pula, subsidi dapat diberikan kepada perusahaan sehingga mereka dapat menghasilkan barang yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Seringkali perusahaan baru didorong untuk memproduksi beberapa barang (misalnya, perangkat lunak) dengan memberikan subsidi untuk barang-barang ini atau dengan mengurangi pajak. Selanjutnya, pemerintah dapat menggunakan perangkat pengaturnya (misalnya, perizinan industri) untuk mengendalikan aktivitas perusahaan bisnis. Ini mempengaruhi persediaan.

Semua faktor penentu pasokan ini telah diwakili dalam bentuk diagram (Gambar 4.12):

 

Tinggalkan Komentar Anda