Capital Budgeting: Ini Konsep & Signifikansi

Suatu organisasi melakukan banyak proyek dengan persyaratan modal yang berbeda, tingkat pengembalian, dan durasi waktu.

Sebagai contoh, beberapa proyek mungkin memerlukan investasi dalam periode waktu yang lebih lama, sedangkan yang lain hanya membutuhkan investasi pada tahun-tahun awal.

“Capital Budgeting adalah jenis pemikiran yang diperlukan untuk merancang dan menjalankan program sistematis untuk menginvestasikan uang pemegang saham” - Joel Dean.

Karena setiap proyek memerlukan investasi; Oleh karena itu, organisasi harus mengambil keputusan pemilihan proyek dengan sangat hati-hati untuk memastikan pemanfaatan dana yang diinvestasikan secara optimal.

Setiap pemilihan proyek yang salah dapat menimbulkan kerugian besar bagi organisasi. Selain itu, reputasi dan niat baik organisasi juga dapat terpengaruh.

Organisasi perlu mengevaluasi persyaratan modal suatu proyek dan pengembalian yang dihasilkannya, sebelum memilih proyek. Ini dapat dilakukan dengan bantuan penganggaran modal, yang merupakan proses menentukan profitabilitas aktual suatu proyek. Dengan kata lain, penganggaran modal adalah proses yang membantu dalam merencanakan proyek investasi organisasi dalam jangka panjang. Investasi jangka panjang suatu organisasi dapat berupa pembelian dan penggantian aset tetap, peluncuran produk baru atau perluasan produk yang sudah ada, dan penelitian dan pengembangan.

Proses penganggaran modal dapat efektif jika organisasi menentukan total pengeluaran modal untuk suatu proyek yang diharapkan menghasilkan pengembalian selama periode waktu tertentu. Organisasi menggunakan berbagai teknik untuk menentukan total pengeluaran untuk suatu proyek dan tingkat pengembalian yang dihasilkan darinya. Beberapa teknik yang populer adalah net present value, internal rate of return, payback period, analisis sensitivitas, dan analisis pohon keputusan.

Konsep Penganggaran Modal :

Capital budgeting adalah proses perencanaan yang digunakan untuk menentukan nilai investasi jangka panjang suatu organisasi. Investasi jangka panjang organisasi dapat dilakukan untuk membeli mesin, pabrik, dan teknologi baru.

Dengan kata lain, penganggaran modal adalah metode untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memilih investasi jangka panjang. Konsep penganggaran modal memiliki kepentingan besar dalam pemilihan proyek karena membantu dalam perencanaan modal yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek jangka panjang. Pemilihan proyek adalah keputusan investasi utama bagi suatu organisasi.

Oleh karena itu, keputusan penganggaran modal dimasukkan dalam pemilihan proyek. Selain itu, penganggaran modal membantu dalam memperkirakan biaya dan manfaat yang terlibat dalam proyek tertentu. Suatu proyek tidak layak untuk diinvestasikan, jika tidak menghasilkan pengembalian yang memadai atas modal yang diinvestasikan.

Beberapa pakar manajemen telah menetapkan penganggaran modal dengan cara-cara berikut:

Menurut Charles T. Homgreen, "Capital Budgeting adalah perencanaan jangka panjang untuk membuat dan membiayai pengeluaran modal yang diusulkan."

Sesuai Richards dan Greenlaw, “Penganggaran modal umumnya mengacu pada perolehan input dan pengembalian jangka panjang.”

Dalam kata-kata GC Philipattos, “Penganggaran modal berkaitan dengan alokasi sumber daya keuangan perusahaan yang langka di antara peluang pasar yang tersedia. Pertimbangan peluang investasi melibatkan perbandingan aliran pendapatan yang diharapkan di masa depan dari suatu proyek; dengan aliran pengeluaran segera dan selanjutnya untuk itu. "

Menurut Joel Dean, "Capital Budgeting adalah semacam pemikiran yang diperlukan untuk merancang dan menjalankan program sistematis untuk menginvestasikan uang pemegang saham."

Dari definisi yang disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa penganggaran modal merupakan proses penting bagi organisasi mana pun.

Pentingnya penganggaran modal dijelaskan dalam poin-poin berikut:

(a) Aplikasi Jangka Panjang:

Menyiratkan bahwa keputusan penganggaran modal bermanfaat untuk organisasi dalam jangka panjang karena keputusan ini memiliki dampak langsung pada struktur biaya dan prospek organisasi di masa depan. Selain itu, keputusan ini memengaruhi tingkat pertumbuhan organisasi.

Oleh karena itu, organisasi perlu berhati-hati saat membuat keputusan modal karena setiap keputusan yang salah dapat berakibat fatal bagi organisasi. Misalnya, investasi berlebih pada berbagai aset dapat menyebabkan kekurangan modal bagi organisasi, sedangkan investasi yang tidak memadai dapat menghambat pertumbuhan organisasi.

(B) Posisi Kompetitif Organisasi:

Mengacu pada kenyataan bahwa suatu organisasi dapat merencanakan investasinya dalam berbagai aset tetap melalui penganggaran modal. Selain itu, keputusan investasi modal membantu organisasi untuk menentukan keuntungannya di masa depan. Semua keputusan organisasi ini berdampak besar pada posisi kompetitif organisasi.

(c) Perkiraan Uang Tunai:

Menyiratkan bahwa suatu organisasi membutuhkan sejumlah besar dana untuk keputusan investasinya. Dengan bantuan penganggaran modal, suatu organisasi menyadari jumlah uang tunai yang diperlukan, dengan demikian, memastikan ketersediaan uang tunai pada waktu yang tepat. Ini lebih lanjut membantu organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang tanpa kesulitan.

(d) Maksimalisasi Kekayaan:

Mengacu pada kenyataan bahwa keputusan investasi jangka panjang dari suatu organisasi membantu dalam menjaga kepentingan pemegang saham dalam organisasi. Jika suatu organisasi telah berinvestasi dengan cara yang direncanakan, pemegang saham juga akan tertarik untuk berinvestasi dalam organisasi. Ini membantu memaksimalkan kekayaan organisasi. Penganggaran modal membantu organisasi dalam banyak hal. Dengan demikian, suatu organisasi perlu mempertimbangkan berbagai aspek.

 

Tinggalkan Komentar Anda