7 Fitur Utama dari Persaingan Monopolistik

Fitur utama dari kompetisi monopolistik adalah sebagai berikut:

1. Jumlah Besar Pembeli dan Penjual:

Ada banyak perusahaan tetapi tidak sebesar di bawah persaingan sempurna.

Itu berarti setiap perusahaan dapat mengendalikan kebijakan harga-outputnya sampai batas tertentu. Diasumsikan bahwa setiap kebijakan harga-output suatu perusahaan tidak akan mendapatkan reaksi dari perusahaan lain yang berarti setiap perusahaan mengikuti kebijakan harga independen.

Jika suatu perusahaan mengurangi harganya, keuntungan dalam penjualan akan sedikit tersebar di banyak saingan sehingga sejauh mana masing-masing perusahaan saingan menderita akan sangat kecil. Dengan demikian perusahaan saingan ini tidak akan punya alasan untuk bereaksi.

2. Masuk dan Keluar Perusahaan Secara Gratis:

Seperti persaingan sempurna, di bawah persaingan monopolistik juga, perusahaan dapat masuk atau keluar dengan bebas. Perusahaan akan masuk ketika perusahaan yang ada menghasilkan laba super normal. Dengan masuknya perusahaan baru, pasokan akan meningkat yang akan mengurangi harga dan karenanya perusahaan yang ada hanya akan dibiarkan dengan laba normal. Demikian pula, jika perusahaan yang ada mengalami kerugian, beberapa perusahaan marjinal akan keluar. Ini akan mengurangi penawaran karena harga yang akan naik dan perusahaan yang ada hanya akan dibiarkan dengan laba normal.

3. Diferensiasi Produk:

Fitur lain dari persaingan monopolistik adalah diferensiasi produk. Diferensiasi produk mengacu pada situasi ketika pembeli produk membedakan produk dengan yang lain. Pada dasarnya, produk dari perusahaan yang berbeda tidak sama sekali berbeda; mereka sedikit berbeda dari yang lain. Meskipun setiap perusahaan yang memproduksi produk yang berbeda memiliki monopoli dari produknya sendiri, namun ia harus menghadapi persaingan. Diferensiasi produk ini mungkin nyata atau imajiner. Perbedaan nyata seperti desain, bahan yang digunakan, keterampilan dll. Sedangkan perbedaan imajiner adalah melalui iklan, merek dagang, dan sebagainya.

4. Biaya Penjualan:

Fitur lain dari kompetisi monopolistik adalah bahwa setiap perusahaan mencoba untuk mempromosikan produknya dengan berbagai jenis pengeluaran. Iklan adalah unsur terpenting dari biaya penjualan yang mempengaruhi permintaan dan juga biaya produk. Tujuan utama perusahaan monopoli adalah untuk mendapatkan keuntungan maksimum; oleh karena itu, ia menyesuaikan jenis pengeluaran ini sesuai.

5. Kurangnya Pengetahuan Sempurna:

Pembeli dan penjual tidak memiliki pengetahuan pasar yang sempurna. Ada produk yang tak terhitung jumlahnya masing-masing menjadi pengganti yang dekat. Pembeli tidak tahu tentang semua produk ini, kualitas dan harga mereka.

Oleh karena itu, begitu banyak pembeli membeli produk dari beberapa varietas yang ditawarkan untuk dijual di dekat rumah. Terkadang pembeli tahu tentang komoditas tertentu yang tersedia dengan harga murah. Tetapi dia tidak dapat pergi ke sana karena kurangnya waktu atau dia terlalu lesu untuk pergi atau dia tidak dapat menemukan alat angkut yang tepat. Demikian juga, penjual tidak tahu preferensi pasti pembeli dan, oleh karena itu, tidak dapat memperoleh keuntungan dari situasi tersebut.

6. Kurang Mobilitas:

Di bawah persaingan monopolistik, baik faktor-faktor produksi maupun barang dan jasa tidak bergerak dengan sempurna.

7. Permintaan Lebih Elastis:

Di bawah persaingan monopolistik, kurva permintaan lebih elastis. Untuk menjual lebih banyak, perusahaan harus mengurangi harganya.

 

Tinggalkan Komentar Anda