5 Jenis Permintaan - Dijelaskan!

Permintaan umumnya diklasifikasikan berdasarkan berbagai faktor, seperti sifat suatu produk, penggunaan suatu produk, jumlah konsumen suatu produk, dan pemasok suatu produk.

Permintaan untuk produk tertentu akan berbeda dalam situasi yang berbeda.

Oleh karena itu, organisasi harus jelas tentang jenis permintaan untuk produk mereka.

Gambar-1 menunjukkan klasifikasi permintaan yang berbeda:

Berbagai jenis permintaan (seperti yang ditunjukkan pada Gambar-1) dibahas sebagai berikut:

saya. Permintaan Individual dan Pasar:

Mengacu pada klasifikasi permintaan suatu produk berdasarkan jumlah konsumen di pasar. Permintaan individu dapat didefinisikan sebagai kuantitas yang diminta oleh individu untuk suatu produk dengan harga tertentu dan dalam periode waktu tertentu. Misalnya, Tn. X meminta 200 unit produk di Rs. 50 per unit dalam seminggu.

Permintaan individu terhadap suatu produk dipengaruhi oleh harga suatu produk, pendapatan pelanggan, dan selera serta preferensi mereka. Di sisi lain, jumlah total yang diminta untuk suatu produk oleh semua individu pada harga dan waktu tertentu dianggap sebagai permintaan pasar.

Secara sederhana, permintaan pasar adalah agregat dari permintaan individu semua konsumen suatu produk selama periode waktu tertentu dengan harga tertentu, sementara faktor-faktor lain konstan. Misalnya, ada empat konsumen minyak (memiliki harga tertentu). Keempat konsumen ini masing-masing mengonsumsi 30 liter, 40 liter, 50 liter, dan 60 liter minyak dalam sebulan. Dengan demikian, permintaan pasar untuk minyak adalah 180 liter dalam sebulan.

ii. Permintaan Organisasi dan Industri:

Mengacu pada klasifikasi permintaan berdasarkan pasar. Permintaan untuk produk-produk dari suatu organisasi dengan harga tertentu pada suatu titik waktu dikenal sebagai permintaan organisasi. Misalnya, permintaan mobil Toyota adalah permintaan organisasi. Jumlah total permintaan untuk produk semua organisasi dalam industri tertentu dikenal sebagai permintaan industri.

Misalnya, permintaan mobil dari berbagai merek, seperti Toyota, Maruti Suzuki, Tata, dan Hyundai, di India merupakan permintaan industri. Perbedaan antara permintaan organisasi dan permintaan industri tidak begitu berguna dalam pasar yang sangat kompetitif.

Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam pasar yang sangat kompetitif, organisasi memiliki pangsa pasar yang tidak signifikan. Oleh karena itu, permintaan akan produk organisasi tidak penting. Namun, suatu organisasi dapat memperkirakan permintaan untuk produk-produknya hanya dengan menganalisis permintaan industri.

aku aku aku. Permintaan Otonom dan Berasal:

Mengacu pada klasifikasi permintaan berdasarkan ketergantungan pada produk lain. Permintaan untuk produk yang tidak terkait dengan permintaan produk lain dikenal sebagai permintaan otonom atau langsung. Permintaan otonom muncul karena keinginan alami seseorang untuk mengkonsumsi produk.

Misalnya, permintaan akan makanan, tempat tinggal, pakaian, dan kendaraan bersifat otonom karena timbul karena kebutuhan biologis, fisik, dan pribadi konsumen lainnya. Di sisi lain, permintaan turunan mengacu pada permintaan untuk produk yang muncul karena permintaan untuk produk lain.

Misalnya, permintaan bensin, solar, dan pelumas lainnya tergantung pada permintaan kendaraan. Selain itu, permintaan bahan baku juga berasal permintaan karena tergantung pada produksi produk lain. Selain itu, permintaan barang pengganti dan barang pelengkap juga merupakan permintaan turunan.

iv. Permintaan Barang yang Tahan Lama dan Tahan Lama:

Mengacu pada klasifikasi permintaan berdasarkan penggunaan barang. Barang-barang tersebut dibagi menjadi dua kategori, barang yang mudah rusak dan barang tahan lama. Barang yang mudah rusak atau tidak tahan lama merujuk pada barang yang memiliki penggunaan tunggal. Misalnya, semen, batu bara, bahan bakar, dan barang habis pakai. Di sisi lain, barang tahan lama mengacu pada barang yang dapat digunakan berulang kali.

Misalnya pakaian, sepatu, mesin, dan bangunan. Barang yang mudah rusak memenuhi permintaan individu saat ini. Namun, barang tahan lama memenuhi permintaan individu saat ini maupun di masa depan. Karena itu, konsumen membeli barang tahan lama dengan mempertimbangkan daya tahannya.

Selain itu, barang tahan lama perlu diganti karena terus digunakan. Permintaan untuk barang yang mudah rusak tergantung pada harga barang saat ini dan pendapatan, selera, dan preferensi pelanggan dan perubahan sering, sementara permintaan untuk barang tahan lama berubah selama periode waktu yang lebih lama.

v. Permintaan Jangka Pendek dan Jangka Panjang:

Mengacu pada klasifikasi permintaan berdasarkan periode waktu. Permintaan jangka pendek mengacu pada permintaan produk yang digunakan untuk durasi waktu yang lebih pendek atau untuk periode saat ini. Permintaan ini tergantung pada selera dan preferensi konsumen saat ini.

Misalnya, permintaan payung, jas hujan, sweater, sepatu bot panjang bersifat jangka pendek dan musiman. Di sisi lain, permintaan jangka panjang mengacu pada permintaan produk selama periode waktu yang lebih lama.

Secara umum, barang tahan lama memiliki permintaan jangka panjang. Permintaan jangka panjang suatu produk tergantung pada sejumlah faktor, seperti perubahan teknologi, jenis kompetisi, kegiatan promosi, dan ketersediaan pengganti. Konsep permintaan jangka pendek dan jangka panjang sangat penting bagi organisasi untuk merancang produk baru.

 

Tinggalkan Komentar Anda